Jumat, 27 Juni 2008

Memo Ajak Hidup Hemat

TARKI GARUT – Wakil Bupati Garut Memo Hermawan mengajak seluruh masyarakat hidup hemat. Sebagai penegasan, wabup membuat surat edaran nomor 520/979/Pem, tentang langkah-langkah antisipasi krisis.

Kata Memo, krisis global --pangan dan energi-- dampaknya sangat dirasakan masyarakat, oleh karena itu, diperlukan pemahaman dan sikap yang sama dari pemkab dan masyarakat untuk mengatasinya.

Caranya, kata dia, mengurangi tenaga listrik, di antaranya penghematan pengunaan elektronik, mengurangi jam penerangan di tempat umum, seperti jalan raya, taman, dan pusat perbelanjaan. Selain itu, menghidupkan lampu lebih akhir dan mematikannya lebih awal. “Matikan pula lampu yang kurang berguna seperti di ruang kosong, kamar mandi dan gudang,” sebutnya.

Di samping itu, Memo mengajak masyarakat mengembangkan pola hidup rasional melalui penyerderhanaan penyelenggaraan pesta atau resepsi, seperti sertijab, pelantikan, perpisahan, reuni dan jamuan tamu.

Sedangkan untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM), orang nomor satu di tubuh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Garut ini, mengimbau agar melakukan pembatasan bepergian dan menghindari penggunaan kendaraan yang tidak efisien. (abi)

Dedi Suryadi Didesak Nyalon

5 Balon Masih Dievaluasi

TARKA GARUT– Meskipun tidak mengikuti penjaringan calon bupati, namun dukungan kepada Ketua DPC PPP Kabupaten Garut H Dedi Suryadi semakin kuat. Sejumlah PAC mendesak Dedi ikut nyalon pada pilkada mendatang.

Menanggapi reaksi itu, ketua DPRD Garut ini menyatakan kesiapannya mengakomodir keinginan kader partai berlambang Kabah itu. “Kalau saya diminta mundur dengan mekanisme partai, maka harus turut. Begitu pula saya harus turuti permintaan kader yang mendesak saya ikut nyalon,” ujar Dedi kepada Radar, seusai mengikuti rapimcab, kemarin.

Sedangkan berdasarkan hasil rapat pimpinan cabang (Rapimcab) yang digelar di Aula Yayasan Almasdukiyah Desa Tanjung Kecamatan Tarogong kaler, dari 19 orang bakal calon (balon) bupati yang mendaftar hanya 5 orang yang terpilih untuk mengikuti proses selanjutnya.

Mereka, KH Wahdan Bakri dengan 40 suara, disusul H Jamin Abdullatif Sirad 33 suara, H Sjamsu S Djajusman MEng 25 suara, Ir H Endang Supriadi MM 25 suara dan dr Tenny Swara Rifa’i MKes 22 suara. Dari 5 orang balon itu, hanya KH Wahdan Bakri yang berasal dari internal partai, sedangkan sisanya merupakan calon yang melamar dari kalangan eksternal.

Sementara itu, Wakil Ketua DPW PPP Provinsi Jawa Barat Drs H Aay Sahal yang menghadiri rapimcab mangungkapkan kalaupun Dedi Suryadi awalnya tidak mendaftar balon bupati dan wakil bupati, bila direkomendasi oleh Pengurus Anak Cabang (PAC), sah-sah saja karena tidak menyalahi aturan partai.

“Dia juga berhak diajukan bersama 5 balon hasil rapim sebab kelimanya juga masih perlu dievaluasi dan statusnya masih balon,” jelasnya. (nal)

PKS Berubah Sikap

Pengusungan Ahab Mentah

TARKI GARUT – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Garut berubah sikap. Partai dengan asas Islam itu mementahkan kembali pencalonan Ahab Shihabudin sebagai calon wakil bupati yang akan diusung. “Memang, kami menghendaki keputusan awal (mengusung Ahab, red), tapi setelah disampaikan ke DPW (DPW PKS Jabar, red), ceritanya jadi lain. Kita diminta mengusulkan 3 pasangan, makanya kita usulkan kembali ke DPW, yakni Helmi Budiman, Bunyamin dan Ahab Shihabudin,” terang Sekretaris DPD PKS Garut Karnoto kepada Radar, kemarin.


Selain itu, hasil rapat internal, kata dia, PKS memutuskan membuka lamaran untuk calon bupati dan wakil bupati dari eksternal. “Calon yang akan diusulkan ke DPW harus berpasangan, untuk mendampingi ketiga calon internal, kami akhirnya membuka pencalonan dari eksternal sebanyak 3 orang,” katanya.

Oleh karena itu, ujar dia, PKS tidak lagi hanya menargetkan posisi wakil bupati melainkan bupati. “Dengan adanya calon eksternal, bisa saja dari PKS sebagai cabup atupun cawabup,” jelasnya. (abi)


Asep Buat Kontrak Politik

LEUWIGOONG - Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Leuwigoong Aka Yusuf, Kamis (26/6), menyatakan para kepala desa lain siap mendukung Ketua APDESI Kabupaten Garut Asep Hamdani untuk dijagokan sebagai calon wakil bupati.

Alasannya, kata dia, Asep sudah menandatangani perjanjian tertulis dan berkomitmen untuk membangun desa. Terang Aka, salah satu perjanjian tertulis yang ditandatangani Asep Hamdani, yakni siap diturunkan dari jabatan wabup bila dalam waktu setahun setelah terpilih menjadi wakil bupati, tak menepati janji membangun desa dan memperhatikan aparat desa.

“Komitmen Asep Hamdani menjadi pegangan bagi para kepala desa, sehingga dukungan dari berbagai lapisan masyarakat khususnya di Garut Utara terus mengalir untuk pencalonan Asep menjadi kandidat wabup,” tuturnya. (nal)

Yamin Wajah Baru, Langsung Melesat

TARKA GARUT– Sudah banyak bakal calon (balon) Bupati Garut yang melakukan sosialisasi. Begitu pula partai politik (parpol), hingga kini terus melakukan proses penjaringan balon bupati yang akan mereka usung.

Satu nama yang terbilang baru naik di bursa balon bupati adalah H Yamin Abdul Latif. Meski terbilang baru, tetapi kiprahnya dianggap telah melebihi calon lain. Setidaknya, hal ini dibuktikan dengan lolosnya Yamin pada penjaringan balon bupati Partai Persatuan Pembangunan (PPP), bersama empat nama lain, yakni Ceng Wahdan Bakrie, H Syamsu Djayusman, Ir Endang Supriadi dan dr Teni Sewara Rifa’i.

Keberhasilan lelaki asli Garut Selatan itu masuk dalam lima besar balon bupati, tidaklah mudah, mengingat sebelumnya ada 19 balon yang bersaing di PPP.

Kata Yamin, keberhasilannya masuk lima besar penjaringan balon bupati adalah kehendak Allah SWT. “Telah menjadi garisan takdir-Nya, saya harus lolos dalam penjaringan,” ungkapnya ketika ditemui wartawan di kediamannya, kemarin.

Tidak hanya itu, ternyata, nama Yamin masuk dalam bursa penjaringan balon bupati di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam musyawarah kerja cabang khusus PDIP beberapa waktu lalu.

Meski berasal dari wilayah Garut Selatan, kata dia, jika terpilih menjadi kepala daerah, dirinya tidak lantas akan mencurahkan pembangunan di Garut Selatan dengan meninggalkan wilayah lainnya. “Semua daerah perlu pemerataan,” tukasnya. (ari)