Jumat, 27 Juni 2008

Ikan Paus Terdampar di Rancabuaya

PAMEUNGPEUK GARUT– Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Rancabuaya, Makmur, Kamis (26/6), menginformasikan seekor ikan paus seberat 2 ton dengan panjang lebih dari 8,5 meter mati terdampar di Pantai Rancabuaya Kecamatan Caringin.

Terdamparnya ikan raksasa itu, kata dia, diperkirakan karena terbawa arus saat mengejar ikan–ikan kecil. “Warga menemukannya sekitar pukul 6 pagi sekitar 300 meter dari TPI Rancabuaya,” terangnya.
Kata dia, warga yang menemukan ikan paus itu beramai–ramai memotong bangkai ikan untuk dikonsumsi dan dibagi–bagi ke warga lainnya.

Hingga siang kemarin, kata dia, warga terus berdatangan untuk menyaksikan dan ikut mengambil daging ikan paus. “Seperempat tubuh ikan paus tersebut telah dipotong–potong oleh masyarakat dengan menggunakan peralatan seadanya,” terang dia.

Ujang (30), warga Kampung Rancabuaya, mengatakan selain dikonsumsi, daging ikan paus dijadikan umpan memancing. ”Lumayan dagingnya bisa untuk dimakan dan dijadikan umpan untuk mencari ikan,” ujarnya. (ari)
Pemkab Gelar Razia KTP

LEUWIGOONG GARUT- Tim gabungan dari Badan Kependudukan, Keluarga Berencana dan Catatan Sipil (BKKBCS), Satpol PP, TNI dan Polri, Kamis (26/6), menggelar razia KTP bagi pengendara kendaraan bermotor di Jalan Raya Leuwigoong-Limbangan, betulan kantor Desa Leuwigoong. Setiap kendaraan yang lewat dicegat dan penumpang serta pengemudinya diperiksa KTP.

Bagi yang tak memiliki KTP atau masa berlakunya habis, petugas menyuruh mereka mendaftar ke petugas pelayanan di halaman Desa Leuwigoong. Mereka mendapat surat pengantar yang ditandatangani Kabid Kependudukan RH Jamaludin Malik SH untuk membuat KTP di kantor kecamatan.

Bagi yang belum memiliki uang untuk membuat KTP, kata Jamaludin mendapat kesempatan untuk mencari dulu uang selama beberapa hari. “Memiliki KTP merupakan kewajiban setiap warga negara dan KTP banyak manfaatnya untuk berbagai kepentingan,” ujarnya.

Sebenarnya, kata dia, bagi warga negara di atas 17 tahun yang tak memiliki KTP atau masa berlakunya habis harus didenda atau disanksi hukuman kurungan. “Tapi sanksi semacam itu belum tepat diterapkan karena berbagai pertimbangan,” terangnya.

Razia KTP yang dilakukan tim gabungan, tutur Jamaludin, lebih diarahkan kepada pembinaan dan pelayanan. “Diharapkan kesadaran masyarakat untuk memiliki KTP semakin meningkat serta terget PAD KTP tahun 2008 sebesar Rp3,2 miliar bisa tercapai,” katanya.

Jelas dia, sosialisasi kebijakan administrasi kependudukan dilakukan di 42 kecamatan secara bertahap. “Hingga hari ini (kemarin, red), tinggal beberapa kecamatan lagi yang akan digelar razia KTP,” ujarnya.
Ke depan, tegas dia, razia KTP akan dilakukan di tempat-tempat kontrakan atau tempat kost. “Hal semacam itu dilakukan untuk kepentingan sosialisasi kebijakan administrasi kependudukan,” tukasnya. (nal)

Kamis, 26 Juni 2008

Verifikasi Parpol Hanya di 36 Kecamatan

KADUNGORA – Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut Drs Mlenik Maumeriadi mengatakan verifikasi faktual partai politik baru, hanya dilakukan di 36 kecamatan. “Verifikasi parpol yang baru, hanya dilakukan di 36 kecamatan karena rata–rata hanya memiliki pengurus di 36 kecamatan,” ujarnya kepada Radar, kemarin.

Enam kecamatan yang tidak dilakukan verifikasi, terang dia, yakni Kecamatan Cibalong, Mekarmukti, Talegong, Pamulihan, Cisompet dan Cihurip. “Anggota PPK di enam kecamatan ini tidak menerima berkas parpol yang harus diverifikasi karena parpol baru, tidak memiliki kepengurusan di enam kecamatan tersebut,” terangnya.

Mlenik mengatakan hingga kini berkas-berkas parpol baru yang harus diverifikasi telah sampai ditangan anggota PPK di 36 kecamatan. “Jadi tahapan kerja yang dilaksanakan KPU diharapkan bisa berjalan dengan baik tanpa ada halangan,” harapnya. (ari)

8 Nama Masuk Ratimda Golkar

GARUT KOTA – Delapan bakal calon bupati dan wakil bupati dipastikan masuk pada pembahasan rapat pertimbangan daerah (Ratimda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Garut.

Mereka, Ea Ruhiyat Prawira, Barman Cahyana, Deden Sopyan dan Euis Ida. Keempatnya merupakan anggota Partai Golkar. Sedangkan dari kalangan eksternal, yakni Adang Sujana (Danrem 062 Tarumanagara), Ade Najmullah (Kabag Ops Polres Garut), Rudi Gunawan (Ketua HKTI Jabar) dan Harliman (Wakadisperindag DKI Jakarta). “Sebelumnya, mereka dinyatakan lolos dalam verifikasi administrasi yang dilakukam tim penjaringan Partai Golkar,” ujar Toni Munawar, anggota tim pemenangan pilkada Partai Golkar.

Dia mengatakan delapan kandidat tersebut memiliki potensi memenangkan Pilkada Garut. “Mereka memiliki potensi yang kuat untuk memenangkan pilkada,” tandasnya.

Lanjut Toni, secepatnya para kandidat calon bupati dan wakil bupati akan dibahas dalam ratimda. “Seharusnya ratimda dilakukan besok (hari ini, red) namun karena proses verifikasi lama, jadi kita undur pelaksanaannya,” ujar dia.

Terang dia, prosedur ratimda, pelaksanaannya diserahkan ke DPW Jabar Partai Golkar. “Penyelenggara ratimda itu adalah DPW, dan yang memimpin sidang juga dari mereka (DPW Partai Golkar, red). Jadi kita serahkan semuanya ke DPW, hanya data akan kita sampaikan Jumat (27/6),” terangnya.

Kata dia, dari delapan kandidat akan dipilih 3 hingga 5 calon. “Dari delapan balon akan dipilih 3 hingga 5 orang,” katanya. Menurutnya, Partai Golkar akan memilih calon yang memiliki resistensi publik yang sangat rendah. “Kita akan memilih calon yang memiliki resistensi yang rendah karena ini juga untuk pemenangan pilkada,” tandasnya.

Disinggung mengenai pertimbangan calon bupati terpilih untuk berkoalisi dengan partai lain, Toni mengatakan tidak masalah. “Yang jelas kita akan memilih calon yang dipastikan memenangkan Pilkada Garut,” tegasnya. (abi)

Pelepasan Siswa SDN Cijolang 2 Sederhana

Pelepasan Siswa SDN Cijolang 2 Sederhana

LIMBANGAN GARUT - Kenaikan kelas siswa kelas 1-6 dan pelepasan siswa kelas VI SDN Cijolang 2, Selasa (24/6), berlangsung sederhana dan dalam kondisi memprihatinkan. Pasalnya, kegiatan rutin tersebut berlangsung di tenda halaman sekolah karena ruangan kelas sudah lama ambruk dan 3 ruangan lainnya terancam ambruk.

Di balik kesederhanaan dan keprihatinan, kepala sekolah dan guru-guru SDN Cijolang 2 merasa bersyukur. Sekalipun kenaikan kelas dan pelepasan siswa kelas VI tanpa digelar hiburan, namun prestasi para siswa mampu bersaing dengan siswa yang berada di Limbangan.

Menurut Kepala Unit Pelaksana Tekhnis Dinas Pendidikan Dasar Limbangan Drs Engkur SH MSi, Rabu (25/6), dirinya salut atas kerja keras dan pengabdian pendidik di SDN Cijolang 2. “Sekalipun sekolahnya ambruk dan kondisi jalan rusak menuju sekolah rusak berat, kegiatan belajar mengajar tak terhambat,” katanya.

Laporan yang diterima Engkur dari SDN Cijolang 2, semua siswa di sekolah itu naik kelas dan semua siswa Kelas VI dinyatakan lulus ujian nasional berstandar nasional (UASBN). Bahkan nilai tertinggi yang diraih peserta UN untuk mata pelajaran bahasa Indonesia 8,6, Matematika 8,75 dan IPA 8,5.

“Saya salut dan berterima kasih kepada kalangan pendidik SDN Cijolang 2 yang mampu mempertahankan prestasi dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara berkesinambungan. Sekalipun ratusan siswa harus belajar di tempat darurat akibat bangunan sekolah ambruk,” tuturnya. (nal)