Jumat, 26 Desember 2008

Ceng Fikri –Dicky Chandra Menangi Pilkada

Pertama Kali di Jawa Barat
Pasangan Independen Menang


GARUT– Kemenangan pasangan independen Ceng Fikri – Rd Dicky Chandra (Anda) dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Garut mencatat sejarah baru dalam pilkada Jawa Barat. Dalam catatan Radar, kemenangan mereka hasil pemilihan langsung itu, yang pertama kali terjadi di tanah pasundan ini.

Kemenangan pasangan Anda sebenarnya sudah terlihat semenjak putaran pertama. Anda meraih 206.150 suara atau 20,5 persen. Berada di urutan kedua setelah pasangan Rudi Gunawan dan Oim Abdurrohim yang memperoleh 237.454 suara atau 23,6 persen.
Kemudian pada pilkada putara kedua kemarin, perbandingan jumlah sementara raihan suara kedua pasangan kandidat itu cukup jauh. Anda meraih 532.654 suara atau 56,4 persen dari suara yang sah. Sedangkan pasangan Rudi – Oim berhasil meraih 411.185 suara atau 43,6 persen. Sehingga untuk sementara, pasangan independen Anda menang.

Kemenangan pasangan Anda yang diusung dari independen juga menjadi sejarah bagi Garut. Dan ironisnya, kemanangan itu terjadi di daerah basis kuat partai besar selama ini. Kabupaten Garut hingga Pemilu 2004, merupakan basis terkuat partai-partai politik. Apalagi Garut sebagai salah satu barometer perpolitikan di Indonesia. “Baru kali ini Garut dimenangkan oleh pasangan independen. Dan ini merupakan catatan sejarah bagi Garut,” tandas H Asep (56), salah seorang warga Garut. (abi)

Sejak Kecil Dianggap Sudah Memiliki Keistimewaan

Cabup Garut Kholiq Fikri di Mata Kedua Orang Tuanya


Ceng Kholiq Fikri hampir dipastikan menjadi Bupati Garut terpilih. Ia berpasangan dengan Raden Dicky Chandra. Bagaimana Ceng Fikri yang sering dipangil Enjang di mata kedua orang tuanya?

ARI MAULANA KARANG, Garut

Ceng Fikri lahir dari pasangan KH Kholil Munawar dan Hj Aat Atmillah yang tinggal di Kelurahan Sukamenteri Kecamatan Garut Kota. Keluarga besar KH Kholil memanggil Ceng Fikiri dengan sebutan Enjang. ”Sejak kecil memang biasa dipanggil Enjang oleh seluruh keluarga besar. Ini ungkapan kadeudeuh saya dan istri yang telah lama menantikan kehadiran seorang anak,” ujar KH Kholil kepada Radar, kemarin.

Ceng Fikri memiliki empat saudara perempuan, yaitu Ende Misbach, Nur Syifa, Nur Hidayati, Nadia Alawiyah dan seorang saudara laki–laki, Munawar. Sejak kecil Ceng Fikri dianggap memiliki keistimewaan. Di usia 10 bulan Ceng Fikri telah mampu berlari layaknya bayi umur dua tahun.

Ceng Fikri menjalani masa kecilnya di Kelurahan Sukamenteri. Lulus dari SDN Sukamenteri, ia melanjutan pendidikan ke Madrasah Tsanawiyah Negeri Garut dan Pendidikan Agama Negeri Garut. Ia kuliah sekaligus mondok di Ponpes Tebu Ireng Jombang. ”Karena rasa khawatir yang cukup tinggi dari ibunya, akhirnya setelah dua tahun di Tebu Ireng, Enjang melanjutkan kuliahnya di Musadaddiyah,” jelas KH Kholil.

KH Kholil mengatakan Fikri dikenal sebagai tempat bertanya rekan–rekan kuliahnya. Semasa kuliah dulu banyak rekannya yang datang ke rumah untuk berkonsultasi tentang berbagai hal. ”Sejak kecil Enjang memang dikolotkeun oleh rekan–rekan bermainnya dan itu terbawa sampai masa kuliah,” katanya.

Nah, sebelum mencalonkan diri sebagai bupati, Ceng Fikri sempat meminta restu kepada kedua orang tuanya. Saat itu, KH Kholil sempat bertanya kepada Ceng Fikri mengenai dasar pencalonan dirinya. Kala itu, Enjang mengaku berniat membangun kembali Garut dari keterpurukan. ”Permohonannya tidak langsung saya restui saat itu, saya meminta satu minggu untuk memberi jawabannya. Setelah meminta petunjuk kepada Allah, saya bermimpi rumah saya ditaburi bintang yang bersinar terang. Dari situ saya memberikannya izin untuk maju menjadi calon bupati,” ungkap KH Kholil.

Sejak pilkada putaran pertama lalu, KH Kholil yakin putranya akan memenangi pilkada. Keyakinan dirinya bertambah besar setelah pilkada menjadi putaran. Sekarang KH Kholil berharap anak sulungnya dapat membawa perubahan bagi Kabupaten Garut.
Dia yakin dengan modal yang diberikan orang tua, Ceng Fikri dapat memberi yang terbaik bagi Garut. ”Saya selalu menanamkan hidup mulia. Mati dengan syahid untuk membela rakyat, ini pasti dijadikan pijakan Enjang untuk membangun Garut lima tahun ke depan,” ujarnya. (*)

Demi Rakyat, Siap Tinggalkan Dunia Entertaimen

Rencana Dicky Candra Setelah Dilantik sebagai Wakil Bupati

Meski belum dinyatakan resmi menang dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Garut 2008, aktor Dicky Chandra sudah mengumumkan segera keluar dari dunia hiburan (entertainmen). Ia akan lebih fokus mendampingi Calon Bupati Ceng Fikri membangun dan mengayomi masyarakat Garut. Bagaimana rencana ke depan Dicky setelah resmi menjadi Wakil Bupati Garut?

JAM JAM NURJAMAN, Garut

Saat mendengar hasil penghitungan sementara dalam Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Garut putaran kedua yang dimenangkan pasangan Ceng Fikri dan Dicky Chandra (Anda), tersirat pancaran kebahagiaan di wajah Ceng Fikri dan Dciky Chandra. Tekad dan niatan mereka dari awal untuk memimpin Garut semakin bulat. Bahkan mereka makin percaya mampu memimpin Kabupaten Garut dengan segenap permasahan yang ada.

Kebulatan tekad untuk memimpin Garut secara penuh ditunjukkan Dicky Chandra. Saat ditanya sejumlah wartawan, ucapan pertama yang dilontarkan aktor ngetop itu, siap meninggalkan dunia entertanimen. “Bukan suatu hal yang berat untuk meninggalkan dunia entertainmen dan pertelevisian. Apalagi selama ini, saya lebih banyak bermain di belakang layar. Apa susahnya meninggalkan dunia entertainmen,” tandas pria kelahiran Tasikmalaya-Garut ini.

Dicky menandaskan, apapun akan dilakukan jika memang untuk kepentingan Garut. Bahkan jika suatu hari masyarakat menghendaki Dicky kembali ke dunia entertainmen, ia siap melakukannya. “Kalau nanti ke depan, Garut membutuhkan saya untuk terjun lagi, ya demi Garut, kenapa tidak kembali ke dunia entertainmen,” tandasnya.

Luapan kebahagiaan yang ditunjukan Dicky tidak membuat dirinya lupa terhadap orang-orang yang membantunya meraih kursi wakil bupati. Pria yang hobi menulis lagu-lagu dan cerita bernuansa politik ini menyebutkan, keberhasilannya juga tidak lepas dari bantuan rekan-rekan sesama artis. “Saya sangat berterima kasih kepada rekan-rekan di dunia entertainmen dan televisi yang telah mendukung saya sepenuhnya,” ucap Dicky.

Termasuk kepada para tim suksesnya. Menurut Dicky, mesti mereka hanya digaji Rp500 ribu per bulan plus tunjangan hari raya (THR), namun tidak mengendurkan upaya dan kerja keras mereka menghantarkan Dicky pada kemenangan Pilkada 2008. Sebab kerja mereka dilandasi oleh semangat perubahan.

“Kemenangan kita adalah hasil kerja tim yang jujur, cerdas dan tanpa pamrih. Apalagi mereka hanya digaji Rp500 ribu per bulan ditambah THR. Namun saya salut kepada mereka yang mengusung kita karena dengan semangat perubahan,” katanya.

Namun atas kemenangan ini, Dicky mengaku tidak terlalu optimis dan tidak juga pesimis. Ia akan tetap tenang. “Sejak awal, saya selalu diseret ke kondisi yang tinggi kemudian rendah. Dan saya sendiri mencoba menstabilkan hati saya. Oleh karena itu, dengan konidis ini (kemenangan, red), tidak akan optimis dan juga tidak akan pesimis. Yang jelas hati ini harus tetap tenang. Dan mengharapkan kepada para pemilih saya, bukan hanya memilih tetapi juga mendoakan saya agar mampu meraih kesuksesan bagi Garut mendatang,” harapnya.

Dicky menjelaskan langkah awal jika sudah dilantik menjadi Wakil Bupati Garut, akan memperbanyak silaturahmi dengan masyarakat. “Saya sangat senang bertatap muka untuk melakukan pendidikan politik seperti yang saya lakukan selama ini. Dan langkah awa saya ke depan, akan memperbanyak bertatap muka dengan masyarakat untuk pembelajaran agar Garut kembali meraih prestasi seperti dulu,” jelasnya. (*)

Rudy Ucapkan Selamat ke Dicky Chandra

Tarka – Meski sempat menjadi lawan politik, pasangan Ceng Fikri–Dicky Chandra --maju lewat jalur independen--, akan merangkul pasangan Rudy-Oim dalam kepemimpinannya mendatang. Sebab Ceng Fikri menilai, kebesaran nama Rudy Gunawan dan Oim Abdurrohim merupakan asset besar untuk membangun Garut ke depan.

“Rudy–Oim merupakan negarawan sejati. Saya siap merangkul mereka untuk bersama–sama membangun Garut lima tahun ke depan,” jelas dia saat ditemui Minggu (21/12) malam di kediaman orang tuanya di Kampung Bojonglarang Kelurahan Sukamenteri Kecamatan Garut Kota.

Ceng Fikri juga memberikan apresiasi khusus kepada KPU Kabupaten Garut, Panwas serta media cetak dan elektronik yang telah berperan menyukseskan jalannya pilkada putaran kedua ini. “Saya ucapkan terima kasih atas kepercayaannya,” jelasnya.

Sementara itu Kokon Dermawan, juru bicara Rudy Gunawan yang dihubungi lewat telepon genggamnya mengungkapkan, H Rudy Gunawan mengucapkan selamat kepada pasangan Ceng Fikri dan Dicky Chandra yang sementara berhasil mengantongi suara terbanyak dalam pilkada putaran dua. Menurut Kokon, H Rudy Gunawan sepenuhnya akan memberikan dukungan kepada Ceng Fikri dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Kita akan memberikan dukungan terhadap jalannya roda pemerintahan yang akan dijalankan pasangan Ceng Fikri dan Dicky Chandra. Selain itu kita juga akan melakukan kontrol sosial, demi pasangan yang menang dapat menjalankan amanat rakyat,” ulas dia.

Selain itu, Kokon mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua kader dan relawan yang telah memberikan dukungan kepada Rudy–Oim pada putaran kedua ini. Kata dia, meski raihan suara yang didapat tidak cukup untuk menjadi pemenang, tapi kontribusi para relawan dan kader merupakan hal yang patut dihargai. “Suara yang kita peroleh memang tidak cukup untuk memimpin menuju Garut Sejahtera, Aman, Tertib dan Ukhuwah (Satu). Akan tetapi dukungan mereka sangat berarti,” tuturnya lapang. (ari)

Bertemu Rakyat, Numpang di Rumah Ortu Cabup Terpilih


Dicky Chandra Setelah Dinyatakan Menang Pilkada Garut

Artis sinetron Dicky Chandra tak lama lagi akan menjadi pejabat. KPUD Garut, Jabar, Kamis (25/12) menetapkan pasangan Ceng Kholiq Fikri-Dicky Chandra sebagai pemenang Pilkada Garut 2008. Keduanya akan dilantik sebagai bupati dan wakil bupati pada 23 Januari 2009. Apa yang akan dia lakukan setelah dilantik?

Ari Maulana Karang, Garut
Kepada Radar, Dicky menyatakan tak pernah berniat terjun ke dunia politik. Akan tetapi, melihat semangat dan dorongan Kaukus Muda Garut, dia akhirnya luluh. ”Saya melihat mereka, para aktivis muda, punya potensi untuk melakukan perubahan. Akan tetapi, ada tembok besar yang menghalangi mereka untuk mengubah Kabupaten Garut. Untuk itu, saya memutuskan mengorbankan diri jadi jembatan niatan para aktivis muda ini untuk mengubah Garut,” jelas Dicky.


Sejak mencalonkan diri, Dicky mengaku terus mencari tahu apa yang harus dilakukan untuk mengubah Garut. Sehingga, sedikit demi sedikit dirinya mulai menarik diri dari dunia keartisan. Selama menjalani masa kampanye, Dicky juga lebih memilih keluar masuk pedesaan untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat. Selain itu, dalam kampanyenya dia lebih memilih memberikan pelajaran politik kepada masyarakat.

Bahkan, Dicky tidak malu mengadopsi konsep saba desa dari mantan Bupati Agus Supriadi. Jadi, menurut dia, tidak ada kiat khusus untuk memenangi Pilkada Garut. ”Yang bisa menjadi kunci kemenangannya adalah ketulusan dan kesiapan untuk menerima kekalahan maupun menang,” tuturnya.

Dicky berjanji, setelah dilantik nanti, langkah pertama yang akan diambilnya ialah melakukan konsolidasi dengan pemerintahan, tokoh-tokoh partai politik, tokoh politik, dan seluruh kalangan masyarakat. Dia ingin menyatukan persepsi arah pembangunan Garut lima tahun ke depan.
Kendala terbesarnya saat ini, Dicky belum punya rumah di Garut.


”Saya memohon maaf kepada seluruh masyarakat Garut karena tidak ada tempat yang bisa didatangi. Saat ini saya menumpang di rumah orang tua Ceng Fikri sekadar untuk bertemu masyarakat,” kata dia. (nw)

Ceng Fikri-Dicky Chandra Pemenang Pilkada


Golput Meningkat 2,2 Persen

Tarki – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Garut, menetapkan pasangan Ceng Fikri-Dicky Candra sebagai pemenang Pilkada Kabupaten Garut putaran kedua sekaligus Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) terpilih. Perolehan suara Ceng Fikri-Dicky Candra sebanyak 535.289 suara atau 55,8 persen lebih unggul dari pasangan Rudy-Oim dengan perolehan sebanyak 423.263 suara atau 44,2 persen.

Hasil ketetapan tersebut, saksi dari kedua pasangan --Ceng Fikri-Dicky Chandra dan Rudy-Oim-- menyatakan tidak keberatan atas hasil rapat pleno penghitungan suara tersebut.
Diberitakan sebelumnya, bupati dan wakilnya yang terpilih, harus siap memperbaiki sistem pengelolaan dan pelaporan keuangan di Pemkab Garut. Sebab empat tahun terakhir (2004-2007), laporan keuangan Pemkab Garut dinilai buruk.

Penilaian itu dari catatan Sawala Informasi dan Kebijakan (Sidak), salah satu lembaga yang mengkaji kinerja pemerintahan. Sementara Sidak meneliti dari data Badan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Termasuk kinerja pengawasan dari badan internal seperti Bawasda pengawasan legislatif juga dianggap terlalu longgar. Akibatnya banyak temuan yang dapat menyebabkan kerugian negara yang ditemukan tim dari BPK.

Sementara situasi pilkada putaran dua ini, KPU mencatat bahwa tingkat partisipasi masyarakat dengan kategori golput alias tidak menggunakan hak pilihnya meningkat 2,2 persen dari putaran pertama. Dalam putaran pertama, jumlah partisipasi masyarakat mencapai 64,5 persen atau tidak menggunakan hak pilihnya mencapai 35,5 persen. Sedangkan putaran kedua, jumlah warga yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 62,3 persen. Atau tidak menggunakan hak pilihnya mencapai 37,7 persen.

Ini menunjukkan peningkatan jumlah golput dari putaran pertama ke putaran kedua sebanyak 2,2 persen. “Yang golput ini terjadi peningkatan dari 35,5 persen menjadi 37,7 persen. Tetapi ini tidak terlalu mencolok dibandingkan peningkatan golput di daerah lain,” tandas Ketua KPU Garut Muhammad Iqbal Santoso, usai memimpin rapat pleno penghitungan suara hasil pilkada Bupati dan Wakil Bupati Garut di Bakorwil kemarin.

Dia juga menyebutkan, jumlah hak pilih pada putaran kedua sebanyak 1.581.504 pemilih. Yakni terdiri dari 985.898 menggunakan hak pemilihnya atau 62,3 persen. “Hasil suara untuk pasangan Rudi-Oim sebanyak 423.263 suara atau 44,2 persen dan untuk pasangan Ceng Fikri-Dicky Candra sebanyak 535.289 atau 55,8 persen. Sedangkan surat suara yang tidak sah sebanyak 27.346 suara,” tandasnya.

Diketahuinya jumlah hasil tersebut, pihak KPU menetapkan hasil pilkada putaran kedua. “Dari sini kita akan tetapkan dan hari besok (hari ini, red) surat ketetapnya sudah diedarkan,” kata dia. Disebutkan Iqbal, untuk jumlah partisipasi masyarakat terbanyak yaitu di lima kecamatan. Seperti di Kecamatn Cibalong sebesar 73,7 persen, Kecamatan Garut Kota sebanyak 75 persen, Kecamatan Pameungpeuk sebanyak 68,2 persen, Kecamatan Pamulihan sebanyak 67,5 persen dan Kecamatan Cihurip sebanyak 66,7 persen.

Sedangkan untuk partisipasi masyarakat yang menggunakan hak pilihnya dengan tingkat partisipasi terendah, sebut Iqbal, di Kecamtan Cibiuk sebanyak 53,6 persen dan Kecamatan Malangbong 55,1 persen. “Masih ada lagi kecamatan yang tingkat pertisipasinya rendah,” pungkasnya. (abi)

Jumat, 27 Juni 2008

Kantor DPC PPP Dirusak


Pelaku Diduga tak Puas Hasil Rapimcab

TARKI GARUT – Tanpa alasan jelas, seorang pria yang diduga kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) melakukan aksi perusakan kantor DPC PPP Kabupaten Garut yang berlokasi di Jalan Pembangunan Nomor 177, Kamis (26/6) sekitar pukul 14.30.


Entang (44), saksi mata, menuturkan saat dirinya sedang berada di warung kopi yang berlokasi di depan kantor DPC PPP, ia melihat seorang kader PPP Kecamatan Bayongbong yang bernama Ade Wahidin membantingkan helm ke jendela kantor hingga kacanya pecah.


Terang dia, Ade yang datang sendirian menggunakan sepeda motor Mio warna merah, sempat ditanya olehnya, namun jawaban yang diterima malah berupa ancaman bakal mendatangkan massa lebih banyak. “Saya tanya baik-baik malah ngancam, dan dia langsung kabur,” terang sekretaris PAC PPP Tarogong Kidul itu.


Entang yang baru pulang mengikuti rapat pimpinan cabang (Rapimcab) PPP di Hotel Cempaka, mengira tindakan nekat pelaku kemungkinan karena adanya kesalahpahaman tentang hasil rapimcab PPP.


Kata dia, pelaku yang tidak hadir pada rapimcab mengira kemunculan nama Ketua DPC PPP Garut Dedi Suryadi yang diusung oleh PAC Bayongbong dan PAC Cisurupan masuk dalam daftar calon bupati/wakil bupati dari PPP, bertujuan untuk menjegal jagonya, Aceng Wahdan yang pada rapimcab mengantongi 40 suara.


Padahal, kata dia, PAC Bayongbong dan Cisurupan hanya mengusulkan Dedi untuk mendampingi Aceng Wahdan pada pilbup mendatang. “Sehingga Ade mengira kemunculan Dedi tersebut sebagai upaya menggulingkan Aceng Wahdan,” katanya.


Namun, saat dikonfirmasi wartawan melalui handphone-nya, Ade Wahidin membantah telah melakukan perusakan kantor DPC PPP. Malah dia beralibi selama tiga hari ke belakang, berada di luar Kota Garut. “Bohong kalau ada yang menyebutkan, saya melakukan perusakan. Saya bukan kader PPP kok dan sekarang saya sedang berada di Cicalengka,” bantahnya.



Pantauan Radar di lokasi, pasca-perusakan, satu unit mobil dalmas didatangkan untuk mengamankan kantor DPC PPP. (one)


Diduga Patah Hati, ABG Bunuh Diri

Diduga Patah Hati, ABG Bunuh Diri

KARANGPAWITAN – Diduga patah hati, Sri Winarti (16), warga Kampung Campaka RT 04 RW 06 Kelurahan Lebakjaya Kecamatan Karangpawitan, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri (gandir).


Anak ke dua dari 4 bersaudara pasangan Agus dan Pipih, pertama kali ditemukan adiknya, Fujianti (12), tergantung di tiang pintu kamar dengan kondisi sudah tak bernyawa, Kamis, (26/6) sekitap pukul 11.30. “Setelah saya pulang sekolah, saya menemukan Kakak tergantung kain sarung di tiang kusen pintu kamar dan saya langsung teriak,” tutur Fujianti.

Setelah warga mendatangi rumah berukuran 3x7 meter itu mengetahui korban tak bernyawa, mereka langsung melaporkannya kepada aparat kepolisian. Tak lama kemuadian, tim identifikai Polres Garut serta polsek Karangpawitan malakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dikemukakan Fuji, ia tidak menyangka kakaknya senekat itu. Namun, ujarnya, di pagi hari, kakaknya sempat menyuruh Fuji untuk dibelikan obat Paramex dua lembar. “Setelah dibelikan obat Paramex, saya langsung pergi sekolah dan di rumah tidak ada siapa-siapa,” katanya.
Sedangkan saat peristiwa itu terjadi, kata Fuji, Agus, ayah mereka sedang bekerja di percetakan bata, begitu pula ibunya, sedang bekerja di wilayah Kecamatan Garut Kota.

Kapolsek Karangpawitan APK Parimin yang datang ke TKP mengungkapkan hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Hanya saja, kata dia, di tangan kirinya terlihat ada luka sayatan pisau. “Diduga, sebelumnya korban hendak mengakhiri hidupnya dengan memotong urat nadi tangan. Tapi tidak jadi dilakukannya, hingga akhirnya dia (korban, red) gantung diri di kusen pintu yang tingginya hanya 180 cm,” terang dia.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, kata dia, polisi mengamankan barang bukti berupa kain sarung yang digunakan untuk gantung diri, handphone yang terdapat di saku celana korban, kantong sekolah serta beberapa buku catatan.

Terang dia, pemeriksaan pada handphone korban, pada salah satu folder, polisi menemukan tulisan berisi curahan hati (curhat, red) korban yang menggambarkan kondisi dirinya yang tengah patah hati.

Setelah mengevakuasi jasad korban, sekitar pukul 12.45, polisi membawa jasad korban ke Rumah Sakit Umum dr Slamet Garut guna keperluan visum. Sementara itu, hasil pemeriksaan tim medis, pada tubuh korban terdapat kotoran dan air seni yang menguatkan dugaan bahwa korban meninggal akibat bunuh diri. (one)

Kejati Kembalikan Berkas Memo

BANDUNG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat belum bisa menyidangkan kasus ijazah palsu milik Wakil Bupati Garut Memo Hermawan bin Eman Sutarman. Pasalnya, berkas perkara yang dimiliki Kejati belum lengkap sehingga berkas acara perkaranya di kembalikan ke Polda Jabar.
Hal tersebut dikatakan Kepala Seksi Pra Tuntutan (Kasi Pratut) Kejati Jabar A Rahman SH di ruang kerjanya didampingi Kasi Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Dadang Alex di Jalan RE Martadinata, Bandung, kemarin.

Kasi Penkum dan Humas Dadang Alex mengatakan berkas tersebut belum bisa di P21-kan karena masih ada beberapa hal yang perlu dilengkapi sehingga dikembalikan ke Polda.
"Berdasarkan petunjuk jaksa penuntut umum (JPU) ada beberapa kelengkapan formil yang belum dipenuhi dalam BAP. Di antaranya, belum dilampirkannya surat-surat izin dari presiden atau surat persetujuan tertulis dari Polda Jabar atau surat tanda terima dari sekretariat kabinet," ujarnya.

Ia menjelaskan BAP juga harus terlampir surat yang dibuat oleh saksi Jenal Arifin dan juga dilampirkan surat dari Bupati Garut, juga harus ada lampiran perihal keabsahan surat pengganti ijazah atau surat tanda tamat belajar (STTB) Memo. (aka)

Kejaksaan Panggil Kadinkes

Lelang Alkes Dianggap tak Transparan

GARUT KOTA – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut, Kamis (26/6) sejak pukul 09.00 hingga sore, memeriksa Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut dr H Hendy Budiman MKes beserta tiga orang panitia lelang, Edi Miskadi, Wowo dan Rita Sobariah Apt.

Kasi Intel Kejari Garut Otong Hendra Rahayu SH yang juga koordinator tim membenarkan bahwa tim penyidik kejaksaan tengah intensif meminta keterangan kadinkes dan tiga orang panitia lelang alat kesehatan (Alkes) tahun anggaran 2008. “Kami baru sebatas meminta keterangan dan pengumpulan data saja, ini belum bisa dikategorikan ke pemeriksaan,” ujar Otong kepada wartawan di ruang kerjanya.

Kendati mereka dipintai keterangan di ruang tipikor lantai tiga gedung kejaksaan, namun Otong menepis keempatnya dikategorikan telah melakukan tindak pidana korupsi. “Memang mereka dipinta keterangan di lantai tiga ruang khusus tindak pidana korupsi (tipikor), tetapi bukan berarti pemeriksaan tipikor. Kita belum mengarah ke materi pemeriksaan,” jelasnya.

Terang dia, empat orang tim penyidik kejaksaan yang menangani dugaan kasus penyimpangan lelang alkes, yakni jaksa funfsional senior H Rochyat SH, Rahayudin SH dan Sunardi SH.
“Setiap orang penyidik menangangi satu orang. Sejak tadi pagi, tak menutup kemungkinan hingga malam mereka masih akan diminta keterangan, hanya terselang waktu solat saja,” katanya.

Dia mengatakan meskipun pemeriksaan keempat pejabat Dinkes sudah berlangsung hingga siang hari, tetapi tim penyidik belum menyebutkan adanya tersangka yang akan ditetapkan atas kasus tersebut.

Untuk menetapkan tersangka, terang Otong, harus ada empat unsur yang bisa dijadikan landasan, seperti keterangan saksi, alat bukti, petunjuk dan ahli. “Jika ada dua unsur saja, sudah bisa dilakukan penetapan tersangka,” terangnya.

Begitu pula, Otong mengaku belum bisa menyebutkan nama pengusaha yang melaporkan kasus ini ke kejaksaan. “Kita belum bisa menyebutkan nama pengusaha yang telah melaporkan kasus ini,” katanya.

Sementara itu, salah seorang pegusaha yang ikut lelang di Dinkes, Yusman dari PT Dasa Bandung, menyebutkan dirinya hanya ikut lelang alkes bagian pengadaan obat saja. “Yang kemarin ditenderkan di Dinkes, berupa pengadaan alkes senilai Rp4 miliar, sedangkan mobil puskesmas keliling (Pusling) sebesar Rp 2,9 miliar. Total seluruhnya mencapai sekitar Rp 6,9 miliar,” terangnya.

Namun, menurutnya, pada proses pelaksanaan lelang, panitia dianggap tidak transfaran. Dicontohkannya, keputusan hasil lelang seharusnya diumumkan di media massa cetak nasional dan lokal. “Ini hanya ditempelkan pada kertas di dinding kantor Dinkes. Kan sangat lucu, proyek miliaran rupiah diumumkan hanya di dinding,” tukasnya. (one)

Memo Ajak Hidup Hemat

TARKI GARUT – Wakil Bupati Garut Memo Hermawan mengajak seluruh masyarakat hidup hemat. Sebagai penegasan, wabup membuat surat edaran nomor 520/979/Pem, tentang langkah-langkah antisipasi krisis.

Kata Memo, krisis global --pangan dan energi-- dampaknya sangat dirasakan masyarakat, oleh karena itu, diperlukan pemahaman dan sikap yang sama dari pemkab dan masyarakat untuk mengatasinya.

Caranya, kata dia, mengurangi tenaga listrik, di antaranya penghematan pengunaan elektronik, mengurangi jam penerangan di tempat umum, seperti jalan raya, taman, dan pusat perbelanjaan. Selain itu, menghidupkan lampu lebih akhir dan mematikannya lebih awal. “Matikan pula lampu yang kurang berguna seperti di ruang kosong, kamar mandi dan gudang,” sebutnya.

Di samping itu, Memo mengajak masyarakat mengembangkan pola hidup rasional melalui penyerderhanaan penyelenggaraan pesta atau resepsi, seperti sertijab, pelantikan, perpisahan, reuni dan jamuan tamu.

Sedangkan untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM), orang nomor satu di tubuh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Garut ini, mengimbau agar melakukan pembatasan bepergian dan menghindari penggunaan kendaraan yang tidak efisien. (abi)

Dedi Suryadi Didesak Nyalon

5 Balon Masih Dievaluasi

TARKA GARUT– Meskipun tidak mengikuti penjaringan calon bupati, namun dukungan kepada Ketua DPC PPP Kabupaten Garut H Dedi Suryadi semakin kuat. Sejumlah PAC mendesak Dedi ikut nyalon pada pilkada mendatang.

Menanggapi reaksi itu, ketua DPRD Garut ini menyatakan kesiapannya mengakomodir keinginan kader partai berlambang Kabah itu. “Kalau saya diminta mundur dengan mekanisme partai, maka harus turut. Begitu pula saya harus turuti permintaan kader yang mendesak saya ikut nyalon,” ujar Dedi kepada Radar, seusai mengikuti rapimcab, kemarin.

Sedangkan berdasarkan hasil rapat pimpinan cabang (Rapimcab) yang digelar di Aula Yayasan Almasdukiyah Desa Tanjung Kecamatan Tarogong kaler, dari 19 orang bakal calon (balon) bupati yang mendaftar hanya 5 orang yang terpilih untuk mengikuti proses selanjutnya.

Mereka, KH Wahdan Bakri dengan 40 suara, disusul H Jamin Abdullatif Sirad 33 suara, H Sjamsu S Djajusman MEng 25 suara, Ir H Endang Supriadi MM 25 suara dan dr Tenny Swara Rifa’i MKes 22 suara. Dari 5 orang balon itu, hanya KH Wahdan Bakri yang berasal dari internal partai, sedangkan sisanya merupakan calon yang melamar dari kalangan eksternal.

Sementara itu, Wakil Ketua DPW PPP Provinsi Jawa Barat Drs H Aay Sahal yang menghadiri rapimcab mangungkapkan kalaupun Dedi Suryadi awalnya tidak mendaftar balon bupati dan wakil bupati, bila direkomendasi oleh Pengurus Anak Cabang (PAC), sah-sah saja karena tidak menyalahi aturan partai.

“Dia juga berhak diajukan bersama 5 balon hasil rapim sebab kelimanya juga masih perlu dievaluasi dan statusnya masih balon,” jelasnya. (nal)

PKS Berubah Sikap

Pengusungan Ahab Mentah

TARKI GARUT – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Garut berubah sikap. Partai dengan asas Islam itu mementahkan kembali pencalonan Ahab Shihabudin sebagai calon wakil bupati yang akan diusung. “Memang, kami menghendaki keputusan awal (mengusung Ahab, red), tapi setelah disampaikan ke DPW (DPW PKS Jabar, red), ceritanya jadi lain. Kita diminta mengusulkan 3 pasangan, makanya kita usulkan kembali ke DPW, yakni Helmi Budiman, Bunyamin dan Ahab Shihabudin,” terang Sekretaris DPD PKS Garut Karnoto kepada Radar, kemarin.


Selain itu, hasil rapat internal, kata dia, PKS memutuskan membuka lamaran untuk calon bupati dan wakil bupati dari eksternal. “Calon yang akan diusulkan ke DPW harus berpasangan, untuk mendampingi ketiga calon internal, kami akhirnya membuka pencalonan dari eksternal sebanyak 3 orang,” katanya.

Oleh karena itu, ujar dia, PKS tidak lagi hanya menargetkan posisi wakil bupati melainkan bupati. “Dengan adanya calon eksternal, bisa saja dari PKS sebagai cabup atupun cawabup,” jelasnya. (abi)


Asep Buat Kontrak Politik

LEUWIGOONG - Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Leuwigoong Aka Yusuf, Kamis (26/6), menyatakan para kepala desa lain siap mendukung Ketua APDESI Kabupaten Garut Asep Hamdani untuk dijagokan sebagai calon wakil bupati.

Alasannya, kata dia, Asep sudah menandatangani perjanjian tertulis dan berkomitmen untuk membangun desa. Terang Aka, salah satu perjanjian tertulis yang ditandatangani Asep Hamdani, yakni siap diturunkan dari jabatan wabup bila dalam waktu setahun setelah terpilih menjadi wakil bupati, tak menepati janji membangun desa dan memperhatikan aparat desa.

“Komitmen Asep Hamdani menjadi pegangan bagi para kepala desa, sehingga dukungan dari berbagai lapisan masyarakat khususnya di Garut Utara terus mengalir untuk pencalonan Asep menjadi kandidat wabup,” tuturnya. (nal)

Yamin Wajah Baru, Langsung Melesat

TARKA GARUT– Sudah banyak bakal calon (balon) Bupati Garut yang melakukan sosialisasi. Begitu pula partai politik (parpol), hingga kini terus melakukan proses penjaringan balon bupati yang akan mereka usung.

Satu nama yang terbilang baru naik di bursa balon bupati adalah H Yamin Abdul Latif. Meski terbilang baru, tetapi kiprahnya dianggap telah melebihi calon lain. Setidaknya, hal ini dibuktikan dengan lolosnya Yamin pada penjaringan balon bupati Partai Persatuan Pembangunan (PPP), bersama empat nama lain, yakni Ceng Wahdan Bakrie, H Syamsu Djayusman, Ir Endang Supriadi dan dr Teni Sewara Rifa’i.

Keberhasilan lelaki asli Garut Selatan itu masuk dalam lima besar balon bupati, tidaklah mudah, mengingat sebelumnya ada 19 balon yang bersaing di PPP.

Kata Yamin, keberhasilannya masuk lima besar penjaringan balon bupati adalah kehendak Allah SWT. “Telah menjadi garisan takdir-Nya, saya harus lolos dalam penjaringan,” ungkapnya ketika ditemui wartawan di kediamannya, kemarin.

Tidak hanya itu, ternyata, nama Yamin masuk dalam bursa penjaringan balon bupati di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam musyawarah kerja cabang khusus PDIP beberapa waktu lalu.

Meski berasal dari wilayah Garut Selatan, kata dia, jika terpilih menjadi kepala daerah, dirinya tidak lantas akan mencurahkan pembangunan di Garut Selatan dengan meninggalkan wilayah lainnya. “Semua daerah perlu pemerataan,” tukasnya. (ari)

Ikan Paus Terdampar di Rancabuaya

PAMEUNGPEUK GARUT– Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Rancabuaya, Makmur, Kamis (26/6), menginformasikan seekor ikan paus seberat 2 ton dengan panjang lebih dari 8,5 meter mati terdampar di Pantai Rancabuaya Kecamatan Caringin.

Terdamparnya ikan raksasa itu, kata dia, diperkirakan karena terbawa arus saat mengejar ikan–ikan kecil. “Warga menemukannya sekitar pukul 6 pagi sekitar 300 meter dari TPI Rancabuaya,” terangnya.
Kata dia, warga yang menemukan ikan paus itu beramai–ramai memotong bangkai ikan untuk dikonsumsi dan dibagi–bagi ke warga lainnya.

Hingga siang kemarin, kata dia, warga terus berdatangan untuk menyaksikan dan ikut mengambil daging ikan paus. “Seperempat tubuh ikan paus tersebut telah dipotong–potong oleh masyarakat dengan menggunakan peralatan seadanya,” terang dia.

Ujang (30), warga Kampung Rancabuaya, mengatakan selain dikonsumsi, daging ikan paus dijadikan umpan memancing. ”Lumayan dagingnya bisa untuk dimakan dan dijadikan umpan untuk mencari ikan,” ujarnya. (ari)
Pemkab Gelar Razia KTP

LEUWIGOONG GARUT- Tim gabungan dari Badan Kependudukan, Keluarga Berencana dan Catatan Sipil (BKKBCS), Satpol PP, TNI dan Polri, Kamis (26/6), menggelar razia KTP bagi pengendara kendaraan bermotor di Jalan Raya Leuwigoong-Limbangan, betulan kantor Desa Leuwigoong. Setiap kendaraan yang lewat dicegat dan penumpang serta pengemudinya diperiksa KTP.

Bagi yang tak memiliki KTP atau masa berlakunya habis, petugas menyuruh mereka mendaftar ke petugas pelayanan di halaman Desa Leuwigoong. Mereka mendapat surat pengantar yang ditandatangani Kabid Kependudukan RH Jamaludin Malik SH untuk membuat KTP di kantor kecamatan.

Bagi yang belum memiliki uang untuk membuat KTP, kata Jamaludin mendapat kesempatan untuk mencari dulu uang selama beberapa hari. “Memiliki KTP merupakan kewajiban setiap warga negara dan KTP banyak manfaatnya untuk berbagai kepentingan,” ujarnya.

Sebenarnya, kata dia, bagi warga negara di atas 17 tahun yang tak memiliki KTP atau masa berlakunya habis harus didenda atau disanksi hukuman kurungan. “Tapi sanksi semacam itu belum tepat diterapkan karena berbagai pertimbangan,” terangnya.

Razia KTP yang dilakukan tim gabungan, tutur Jamaludin, lebih diarahkan kepada pembinaan dan pelayanan. “Diharapkan kesadaran masyarakat untuk memiliki KTP semakin meningkat serta terget PAD KTP tahun 2008 sebesar Rp3,2 miliar bisa tercapai,” katanya.

Jelas dia, sosialisasi kebijakan administrasi kependudukan dilakukan di 42 kecamatan secara bertahap. “Hingga hari ini (kemarin, red), tinggal beberapa kecamatan lagi yang akan digelar razia KTP,” ujarnya.
Ke depan, tegas dia, razia KTP akan dilakukan di tempat-tempat kontrakan atau tempat kost. “Hal semacam itu dilakukan untuk kepentingan sosialisasi kebijakan administrasi kependudukan,” tukasnya. (nal)

Kamis, 26 Juni 2008

Verifikasi Parpol Hanya di 36 Kecamatan

KADUNGORA – Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut Drs Mlenik Maumeriadi mengatakan verifikasi faktual partai politik baru, hanya dilakukan di 36 kecamatan. “Verifikasi parpol yang baru, hanya dilakukan di 36 kecamatan karena rata–rata hanya memiliki pengurus di 36 kecamatan,” ujarnya kepada Radar, kemarin.

Enam kecamatan yang tidak dilakukan verifikasi, terang dia, yakni Kecamatan Cibalong, Mekarmukti, Talegong, Pamulihan, Cisompet dan Cihurip. “Anggota PPK di enam kecamatan ini tidak menerima berkas parpol yang harus diverifikasi karena parpol baru, tidak memiliki kepengurusan di enam kecamatan tersebut,” terangnya.

Mlenik mengatakan hingga kini berkas-berkas parpol baru yang harus diverifikasi telah sampai ditangan anggota PPK di 36 kecamatan. “Jadi tahapan kerja yang dilaksanakan KPU diharapkan bisa berjalan dengan baik tanpa ada halangan,” harapnya. (ari)

8 Nama Masuk Ratimda Golkar

GARUT KOTA – Delapan bakal calon bupati dan wakil bupati dipastikan masuk pada pembahasan rapat pertimbangan daerah (Ratimda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Garut.

Mereka, Ea Ruhiyat Prawira, Barman Cahyana, Deden Sopyan dan Euis Ida. Keempatnya merupakan anggota Partai Golkar. Sedangkan dari kalangan eksternal, yakni Adang Sujana (Danrem 062 Tarumanagara), Ade Najmullah (Kabag Ops Polres Garut), Rudi Gunawan (Ketua HKTI Jabar) dan Harliman (Wakadisperindag DKI Jakarta). “Sebelumnya, mereka dinyatakan lolos dalam verifikasi administrasi yang dilakukam tim penjaringan Partai Golkar,” ujar Toni Munawar, anggota tim pemenangan pilkada Partai Golkar.

Dia mengatakan delapan kandidat tersebut memiliki potensi memenangkan Pilkada Garut. “Mereka memiliki potensi yang kuat untuk memenangkan pilkada,” tandasnya.

Lanjut Toni, secepatnya para kandidat calon bupati dan wakil bupati akan dibahas dalam ratimda. “Seharusnya ratimda dilakukan besok (hari ini, red) namun karena proses verifikasi lama, jadi kita undur pelaksanaannya,” ujar dia.

Terang dia, prosedur ratimda, pelaksanaannya diserahkan ke DPW Jabar Partai Golkar. “Penyelenggara ratimda itu adalah DPW, dan yang memimpin sidang juga dari mereka (DPW Partai Golkar, red). Jadi kita serahkan semuanya ke DPW, hanya data akan kita sampaikan Jumat (27/6),” terangnya.

Kata dia, dari delapan kandidat akan dipilih 3 hingga 5 calon. “Dari delapan balon akan dipilih 3 hingga 5 orang,” katanya. Menurutnya, Partai Golkar akan memilih calon yang memiliki resistensi publik yang sangat rendah. “Kita akan memilih calon yang memiliki resistensi yang rendah karena ini juga untuk pemenangan pilkada,” tandasnya.

Disinggung mengenai pertimbangan calon bupati terpilih untuk berkoalisi dengan partai lain, Toni mengatakan tidak masalah. “Yang jelas kita akan memilih calon yang dipastikan memenangkan Pilkada Garut,” tegasnya. (abi)

Pelepasan Siswa SDN Cijolang 2 Sederhana

Pelepasan Siswa SDN Cijolang 2 Sederhana

LIMBANGAN GARUT - Kenaikan kelas siswa kelas 1-6 dan pelepasan siswa kelas VI SDN Cijolang 2, Selasa (24/6), berlangsung sederhana dan dalam kondisi memprihatinkan. Pasalnya, kegiatan rutin tersebut berlangsung di tenda halaman sekolah karena ruangan kelas sudah lama ambruk dan 3 ruangan lainnya terancam ambruk.

Di balik kesederhanaan dan keprihatinan, kepala sekolah dan guru-guru SDN Cijolang 2 merasa bersyukur. Sekalipun kenaikan kelas dan pelepasan siswa kelas VI tanpa digelar hiburan, namun prestasi para siswa mampu bersaing dengan siswa yang berada di Limbangan.

Menurut Kepala Unit Pelaksana Tekhnis Dinas Pendidikan Dasar Limbangan Drs Engkur SH MSi, Rabu (25/6), dirinya salut atas kerja keras dan pengabdian pendidik di SDN Cijolang 2. “Sekalipun sekolahnya ambruk dan kondisi jalan rusak menuju sekolah rusak berat, kegiatan belajar mengajar tak terhambat,” katanya.

Laporan yang diterima Engkur dari SDN Cijolang 2, semua siswa di sekolah itu naik kelas dan semua siswa Kelas VI dinyatakan lulus ujian nasional berstandar nasional (UASBN). Bahkan nilai tertinggi yang diraih peserta UN untuk mata pelajaran bahasa Indonesia 8,6, Matematika 8,75 dan IPA 8,5.

“Saya salut dan berterima kasih kepada kalangan pendidik SDN Cijolang 2 yang mampu mempertahankan prestasi dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara berkesinambungan. Sekalipun ratusan siswa harus belajar di tempat darurat akibat bangunan sekolah ambruk,” tuturnya. (nal)